SELAMAT DATANG DI 7 MATERI BUKAN 7 KEAJAIBAN DUNIA STIA LK DUMAI

Kamis, 03 Maret 2011

Persepsi dan Sikap


contoh makalah psikologi sosial persepsi dan sikap

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Proses interaksi manusia membawa ke lingkungan fisik maupun lingkungan sosial  dan hal ini pula yang menyebutkan bahwa manusia butuh dengan lainya termasuk sesama induvidu dan lingkungan sekitarnya.
Selanjutnya, sebagai bahan acuan untuk diperhatikan persepsi dalam kategorial menilai orang lain merupakan proses psikologi social dasar dari hubungan antar pribadi, karena berdasarkan penilaian itulah orang menentukan apa yang dilakukannya terhadap orang lain, disinilah akan terbentuknya sikap. Dan Secara psikologi Persepsi adalah proses pencarian Informasi untuk dipahami


B.     TUJUAN PNULISAN
Untuk mengetahui secara mendasar antara persepsi dan sikap dengan perbedaan persamaan kalimat persepsi, prasangka berikut sikap dan perilaku yang sering didengar ditengah kehidupan bermasyarakat.
Perlunya pemahaman yang mendalam  persepsi dan sikap karna merupakan nilai psikologis.
Hasil dari kesiapan makalah ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa STIA Lancang Kuning Dumai, melalui analisa dan perbaikan metode sikap dan perilaku.       
















BAB II
PEMBAHASAN

C.   PENGERTIAN PERSEPSI
Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan. Dan penginderaan itu sendiri adalah merupakan suatu proses yang diterimanya stimulus oleh induvidu melalui alat penerima yaitu alat indera. Namun proses tersebut tidak berhenti disitu saja. Situmulus tersebut diteruskan oleh syaraf otak  sebagai pusat susunan syaraf dan proses selanjutnya merupakan proses persepsi. Karena itu proses persepsi tidak lepas dari proses penginderaan.
Secara psikologi Persepsi adalah proses pencarian Informasi untuk dipahami. Alat untuk memperoleh informasi tersebut adalah penginderaan, sebaliknya alat untuk memahami adalah kesadaran atau kognisi.   Dengan persepsi induvidu dapat menyadari, dapat mengerti tentang keadaan lingkungan yang ada disekitarnya dan keadaan diri induvidu yang bersangkutan.(dafidof/Prof.dr.bimowalgito 1999)  dengan demikian dapat dikemukan bahwa dalam persepsi stimulus dapat datang dari luar diri  iduvidu tetapi juga dapat datang  dari dalam diri sendiri induvidu inilah yang  disebut persepsi diri (self-perception). Karena dalam persepsi itu merupakan aktifitas yang intergrated, maka seluruh apa yang ada dalamdiri induvidu seperti perasaan , pengalaman kemampuan berpikir, kerangka acuan dan aspek – aspek lain yang ada adalam diri induvidu akan ikut berperan dalam persepsi tersebut. Hal ini menunjukan keadaan tersebut memberikan gambaran bahwa persepsi itu memang bersifat individual.

D.   Faktor Yang berpengaruh pada Persepsi
                     Dari uraian diatas pengertian persepsi ini merupakan factor external dan induvidu sebagai factor internal saling berinteraksi dalam induvidu megadakan persepsi, dan mengenai keadaan induvidu yang dapat mempengaruhi hasil persepsi   datang dari dua sumber yaitu yang berhubungan dengan segi kejasmanian dan yang berhubungan dengan segi sikologis. Bila system fisiologisnya terganggu, hal tersebut akan berpengaruh dalam persepsi seseorang.
Sedangkan segi psikologis seperti dipaparkan diatas yaitu anatara lain mengenai pengalaman, perasaan, kemampuan berpikir, kerangka acuan, motivasi akan berpengaruh pada seseorang dalam mengadakan persepsi.
Sedangkan lingkungan atau situasi khususnya yang melatarbelakangi situmulus juga akan berpengaruh dalam persepsi,  Lebih – lebih  bila objek persepsi adalah manusia . objek dan lingkungan yang melatarbelakangi objek merupakan kebulatan atau kesatuan yang sulit dipisahkan. Objek yang sama  dengan situasi sosial berbeda , dapat mengasilkan persepsi yang berbeda.          


E.  PENGERTIAN SIKAP
Kata SIKAP dalam Psikologi sosial belum pernah ada kesepakatan diantara para ahli dalam menyebutkan pengertianya atau defenisi yang diberikan, seperti Thurstone menyebutkan memandang sikap atau attitude sebagai suatu tingkatan efeksi baik yang bersifat positif  maupun negative dalam hubunganya dengan objek – objek psikologis. afeksi yang positif, yaitu afeksi senang, sedangkan afeksi negative adalah afeksi yang tidak menyenangkan.
Jika diambil suatu kesimpulan dapat menimbulkan berbagai macam tingkatan afeksi sesorang . thurstone melihat sikap hanya sebagai tingkatan afeksi saja, belum mengkaitkan sikap dan perilaku, dengan kata lain secara eksplisit meihat sikap hanya mengandung komponen afeksi saja.
Lain halnya dengan pendapat Rokeach (1968:12) memberikan tentang pengertian sikap sebagai berikut : “ an attitude is a relatively enduring organization of beliefs around an object or situation predisposing one to respon in some preferential manner”     dari batasan tersebut dapat dikemukan bahwa sikap telah terkandung komponen kognitif dan juga komponen konatif, yaitu sikap merupakan “Predisposing” untuk merespon, untuk berprilaku . ini berarti jelas sikap berkaitan dengan perilaku.
Dari bermacam pendapat dapatlah ditarik suatu pendapat “ sikap itu merupakan organisasi pendapat , keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi yang relative ajeg, yang disertai adanya perasaan tertentu, dan memberikan dasar kepada orang tersebut untuk membuat respons atau berprilaku dalam cara yang tertentu yang dipilihnya.   

F.   Ciri dan Terbentuknya Sikap
Ada beberapa ciri – ciri sikap:
1.      Sikap itu tidak dibawa sejak lahir. Ini berarti manusia pada waktu dilahirkan belum membawa sikap – sikap tertentu  terhadap sesuatu objek sikap sendiri terbentuk dalam perkembangan induvidu yang bersangkutan, maka ada yang  menyatakan. “Sifat atau sikapnya memang bergitu” kadang – kadang sikapnya berubah hal ini sesuai denga pendapat Kimball young.
2.       Sikap itu selalu berhubugan dengan objek sikap, karena sikap selalu terbentuk atau dipelajari dalam hubungan objek tertentu. Negative atau psoitif hubungan induvidu menimbulkan sikap tertentu bagi induvidu.
3.      Sikap dapat berlangsung lama atau sebentar.  Apabila sesuatu sikap telah terbentuk pada diri induvidu akan susah untuk menghilangkanya, bila sikap itu belum mendalam maka akan cepat terasa perubahanya.
4.       Sikap mengandung faktor  motivasi . bahwa sikap terhadap sesuatu objek tertentu akan selalu diikuti oleh perasaan tertentu yang dapat bersifat positif  (yang menyenangkan) tetapi juga dapat bersifat negative (yang tidak menyenangkan) terhadap objek tersebut. Motovasi disini bahwa sikap itu mempunyai daya dorong bagi iduvidu untuk berperilaku secara tertentu terhadap objek yang dihadapinya.

Ciri – ciri tersebut diatas merupakan ciri – ciri sikap yang dapat digunakan untuk membedakan sikap dengan pendorong – pendorong lain yang ada dalam diri manusia.
Ada beberapa factor yang dapat membentuk sikap yaitu factor iternal dan eksternal yang mengandung unsur pada internal fisiologis dan psikologis, dan eksternal pengalaman, situasi, norma- norma hambatan dan pendorong  yang ada dilingkungan tiap – tiap induvidu.
Objek sikap akan dipersepsi oleh induvidu dan hasil persepsi akan dicerminkan dalam sikap yang diambil oleh induvidu yang bersangkutan . dalam mempersepsi objek sikap induvidu akan dipengaruhi oleh pegetahuan, pengalaman, cakrawala, keyakinan, proses belajar, dan hasil proses persepsi ini akan merupakan pendapat atau keyakinan induvidu mengenai objek sikap sebagai aspek evaluative, yang dapat bersifat positif atau negative.
Keterangan Gambar seorang Wanita
 Mempersepsikan sesuatu sebagai Objeknya 
G.                CONTOH KASUS
Dapat dilihat dari berbagai sudut pandang tentang penjelasan diatas sikap yang merupakan organisasi pendapat yang disertai perasaan dan keyakinan seseorang, dan menjadikanya orang lain merespon  dan berbepersepsi terhadap apa yang dilakukan orang lai  yang dimasudkan tadi.
Contoh : sikap  seorang A sering berperilaku tidak sopan merokok ditempat umum, suaranya kasar dan apa bila meminta sesutau dia selalu membentak. Hal ini menunjukan prilaku yang tidak sopan sementara seorang B dapat menilai, mempersepsikan bahwa seorang A ini tadi jelek aja prilakunya terhadap orang lain sehingga seorang B tidak mau bergaul dengan orang A tersebut. 

H.                ARGUMENTASI PENULIS
Melalui beberapa penjelasan diatas sehingga terbitnya sebuah contoh kasus maka penulis dalam hal ini, persepsi merupakan situmulus yang proses kepribadian seseorang dalam menilai sesuatu  dan sikap tersebut merupakan keorganisasian pendapat sehingga dari hal tersebut membentuk sebuah prilaku.
Satu sisi lain contoh kasus yang digambarkan diatas merupakan 2 objek yang berbeda namun sesungguhnya sebuah persepsi bagi Induvidual  bisa merupakan proses awal terbentuknya sikap dan prilaku, contoh lainya  dapat dilihat  ketika seseorang menonton televisi dan peran ditelevisi tersebut merupakan tokoh kegemeranya  maka stimulus dalam otaknya bergerak sehingga memiliki persepsi penialian dan cara pandang untuk mengikuti peran ditelevisi tersebut sehingga didalam interaksi kehidupan sehari-hari pembawaan sikapnya terbawa - bawa.      








BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Jika diambil suatu kesimpulan dapat menimbulkan berbagai macam tingkatan afeksi sesorang . thurstone melihat sikap hanya sebagai tingkatan afeksi saja, belum mengkaitkan sikap dan perilaku, dengan kata lain secara eksplisit meihat sikap hanya mengandung komponen afeksi saja.
sikap itu merupakan organisasi pendapat , keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi yang relative ajeg, yang disertai adanya perasaan tertentu, dan memberikan dasar kepada orang tersebut untuk membuat respons atau berprilaku dalam cara yang tertentu yang dipilihnya.   
Ada beberapa factor yang dapat membentuk sikap yaitu factor iternal dan eksternal yang mengandung unsur pada internal fisiologis dan psikologis, dan eksternal pengalaman, situasi, norma- norma hambatan dan pendorong  yang ada dilingkungan tiap – tiap induvidu.
Objek sikap akan dipersepsi oleh induvidu dan hasil persepsi akan dicerminkan dalam sikap yang diambil oleh induvidu yang bersangkutan . dalam mempersepsi objek sikap induvidu akan dipengaruhi oleh pegetahuan, pengalaman, cakrawala, keyakinan, proses belajar, dan hasil proses persepsi ini akan merupakan pendapat atau keyakinan induvidu mengenai objek sikap sebagai aspek evaluative, yang dapat bersifat positif atau negative.

B.                 SARAN - SARAN
Sesuai degan hasil kesimpulan persepsi dan sikap, sebaikya untuk bergerak kearah kepribadian yang lebih baik dan terarah persepsi merupakan langkah awal untuk membentuk sikap  jangan jadikan persepsi dalam bentuk negative akan mengenai Objek namun persepsi lebih bertindak keevaluatif dan bersifat Positif.







DAFTAR PUSTAKA.

Wawan Soemaryono, Psikologi Sosial Balai Pustaka Jakarta
Prof Dr. Bimo Walgito, 1978, Psikologi Sosial Suatu Pengantar , Andi Yogyakarta (edisi revisi 1999)
http://lembarkertas.multiply.com/2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas komentar yang anda berikan. mari wujudkan " sampaikan walau satu ayat " tentang Ilmu